Kenapa Hatimu tidak Tenang?
Kenapa Hatimu tidak Tenang? adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Sabtu, 6 Jumadil Awal 1448 H / 17 Oktober 2026 M.
Kajian Tentang Kenapa Hatimu tidak Tenang?
Namun, ketika hati tenang, pikiran pun ikut tenang. Ketenangan hati memiliki sangat banyak manfaat untuk kehidupan, bahkan untuk kesehatan tubuh. Dada seseorang akan menjadi lapang, dan lapangnya dada akan melahirkan berbagai sifat terpuji. Ketenangan merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai persoalan yang pelik.
Di zaman sekarang, setiap orang tidak lepas dari gawai. Penggunaan gawai sering kali membuat hati tidak tenang, terlebih jika yang diikuti hanyalah berita-berita viral.
Berita-berita tersebut terkadang memicu rasa geram dan kesal. Bahkan, kekhawatiran, stres, hingga ketakutan dapat muncul akibat berita. Dampaknya, banyak orang pada masa kini mengalami stres, pusing, mudah marah, dan temperamental. Semua itu berawal dari gawai.
Saat seseorang dianugerahi ketenangan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia pasti dikaruniai hal-hal yang baik. pembahasan ini dibagi menjadi tiga bagian:
- Manfaat hati yang tenang.
- Sebab-sebab ketenangan hati.
- Sebab-sebab yang menyebabkan hati tidak tenang.
Ketenangan hati (sukunul qalb) adalah tenteramnya hati. Manfaat ketenangan hati sangat luar biasa bagi kehidupan. Hati yang tenang menyebabkan lurusnya pikiran. Sebab, ketika seseorang menghadapi problematika dengan hati yang tenang, ia dapat berpikir jernih dan lurus. Ketenangan hati membuat pikiran ikut tenang sehingga saat dihadapkan pada suatu masalah, seseorang dapat berpikir dengan jernih. Hal ini berbeda saat hati tidak tenang, pikiran menjadi sulit berfungsi dan seolah terhenti.
Ketenangan hati sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai macam problematika, baik masalah dalam rumah tangga, hubungan bermasyarakat, maupun pekerjaan. Ketika menghadapi masalah dalam rumah tangga, ketenangan sangat diperlukan. Permasalahan tidak dapat diselesaikan dengan emosi ataupun ketergesa-gesaan. Begitu pula dengan persoalan yang berkaitan dengan masyarakat dan pekerjaan, semuanya harus disikapi dengan ketenangan.
Manfaat ketenangan hati membuat pandangan seseorang menjadi jauh ke depan dan tidak berpikiran pendek. Hal ini sangat dibutuhkan. Saat seseorang berpikir jauh ke depan, ia akan mempertimbangkan antara maslahat dan mudarat sebelum mengambil keputusan atau sikap. Kebaikan tersebut tidak mungkin dapat dilakukan jika hati tidak tenang dan tidak tenteram.
Manfaat berikutnya, ketenangan hati membuat seseorang mampu menahan emosi. Orang yang hatinya tenang dan tenteram tidak mudah marah serta dapat mengontrol emosinya dengan baik. Hal ini berbeda dengan orang yang hatinya gelisah, pusing, banyak pikiran, dan stres, yang biasanya cenderung cepat marah dan emosional. Sebaliknya, orang yang tenang dapat mengontrol emosinya.
Pengendalian emosi ini merupakan sifat yang dipuji oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu sifat al-hilm. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada seorang sahabat:
إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللهُ: الْحِلْمُ وَالأَنَاةُ
“Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu al-hilm dan al-anah.” (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa al-hilm adalah kemampuan menahan diri dan mengontrol emosi. Sifat ini menggambarkan seseorang yang pandai mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing.
Adapun al-anah adalah sikap tidak tergesa-gesa dalam mengambil tindakan serta mempertimbangkan dampak jangka panjang secara matang. Sifat al-hilm dan al-anah tidak mungkin dimiliki tanpa adanya ketenangan hati.
Saat hati tenang, ketika ada orang yang memancing amarah melalui ucapan yang menyakitkan, reaksi yang muncul akan tetap tenang. Seseorang dapat berpikir bahwa celaan atau ejekan orang lain tidak membawa mudarat bagi dirinya, melainkan justru menjadi bahaya bagi orang yang mencelanya. Ketenangan hatilah yang memungkinkan pikiran dapat berfungsi dengan baik.
Ketika seorang istri bersikap menyebalkan atau memancing kekesalan, seorang suami yang tenang akan berpikir bahwa kemarahan tidak memberikan manfaat. Ia akan mempertimbangkan apakah ada cara lain yang lebih baik daripada marah. Hal ini menunjukkan bahwa ia mampu berpikir jauh ke depan karena hatinya tenang dan tidak mudah terpancing emosi.
Begitu pula ketika seorang anak rewel dan menangis, rasa kesal mungkin timbul. Namun, jika hati dalam keadaan tenang, emosi dapat dikontrol sehingga tidak tergesa-gesa dalam mengambil sikap. Suami atau ayah yang tenang akan berpikir jauh ke depan mengenai hal terbaik untuk anaknya serta mencari penyebab anak tersebut rewel. Sebab tersebut dipelajari, kemudian dicari solusinya. Semua hal ini berawal dari ketenangan hati, karena keputusan yang bijak tidak akan dapat diambil jika hati berada dalam kondisi gelisah.
Ketenangan hati semakin dibutuhkan ketika mendengar berita-berita yang memancing kekesalan dan keprihatinan. Emosi merupakan faktor utama yang membuat akal sehat manusia tidak berfungsi dengan baik. Emosi memiliki beragam bentuk, seperti marah, gembira, takut, maupun khawatir.
Saat seseorang berada dalam puncak kemarahan, akalnya menjadi buntu. Demikian pula ketika seseorang merasakan kegembiraan yang sangat berlebihan, akal sehatnya dapat tertutup. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan dalam hadits mengenai seseorang yang melakukan kesalahan dalam perkataannya karena terlalu gembira. Saking gembiranya, orang tersebut sampai keliru mengucapkan:
اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ
“Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu.” (HR. Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa rasa gembira yang luar biasa dapat menutup akal sehat, sebagaimana rasa marah. Begitu pula dengan rasa khawatir yang berlebihan, kondisi tersebut dapat menutup akal dan memicu sikap tergesa-gesa. Seseorang yang tergesa-gesa sangat mudah diprovokasi, ibarat bensin yang tersulut api. Kondisi seperti inilah yang sangat diinginkan oleh musuh-musuh Islam. Ketika hati dipenuhi oleh rasa takut, akal manusia sering kali menjadi buntu.
Segala sesuatu membutuhkan ketenangan hati yang berakibat pada ketenangan pikiran, sehingga seseorang dapat bersikap dan berpikir jauh ke depan serta tidak mudah terpancing oleh emosi. Hal ini sangat bermanfaat untuk kehidupan seorang Muslim.
Faedah selanjutnya dari ketenangan adalah menimbulkan kelapangan dada. Seseorang yang hatinya tenang akan memiliki dada yang lapang. Kelapangan dada ini merupakan nikmat pertama yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ingatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?” (QS. Al-Insyirah[94]: 1)
Surah Al-Insyirah menyebutkan tentang berbagai nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nikmat pertama yang diingatkan adalah kelapangan dada.
Seseorang yang memiliki kelapangan dada akan mempunyai banyak kebaikan. Kebaikan yang timbul dari lapang dada di antaranya adalah memiliki jiwa pemaaf. Seseorang yang hatinya sempit akan sulit memaafkan.
Selain itu, orang yang dadanya lapang juga memiliki jiwa dermawan. Seseorang menjadi pelit atau kikir karena dadanya sempit, yaitu setiap kali hendak bersedekah muncul rasa takut miskin dan banyak kekhawatiran. Sebaliknya, orang yang berlapang dada akan menjadi sosok yang dermawan.
Orang yang lapang dada dan lapang hati juga memiliki kesabaran yang panjang. Keterbatasan sabar seseorang bersumber dari sempitnya hati. Kelapangan dada ini tidak mungkin dapat dicapai kecuali dengan ketenangan hati dan jiwa.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Mari turut membagikan link download kajian “Kenapa Hatimu tidak Tenang?” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56631-kenapa-hatimu-tidak-tenang/